Spectre Folio, laptop computer premium HP berbahan kulit

Komputer

Tekno / Komputer 18 Views comments

Kuala Lumpur (ANTARA Information) - Dalam gelaran "HP Residence Planet 2018," HP Inc. memamerkan sejumlah produk baru dari lini laptop computer premium Spectre diantaranya Spectre Folio dengan balutan bahan kulit.

HP Spectre Folio diklaim menjadi PC covertible berbahan kulit pertama di dunia. Vice President Product Administration Shopper Notebooks HP, Josephine Tan, mengatakan bahwa perangkat tersebut telah melalui lebih dari dua tahun pengembangan hingga akhirnya dipekenalkan.

"Kami menantang diri kami sendiri untuk membuat PC yang private dan mudah untuk dibawa, dan juga melibatkan emosi," ujar Josephine dalam pemaparannya di "HP Residence Planet 2018" di Kuala Lumpur, Kamis.

Bahan kulit, menurut Josephine, dapat menimbulkan kesan hangat, sementara warna coklat dan burgundy merupakan warna yang pure.

Berdasarkan riset yang dilakukan HP saat pengembangan produk, warna tersebut tidak hanya populer di kalangan perempuan, tapi juga laki-laki.

Lebih dari itu, Josephine mengatakan bahwa Spectre Folio menjadi pilhan unik, sekaligus melengkapi portofolio HP di kelas laptop computer premium.
 

(Video arms on HP Spectre Folio dan HP Spectre 13 15 x360. ANTARA Information/Arindra Meodia)

Bahan kulit bukan sebagai pelapis, namun melekat pada rangka laptop computer berwarna chrome, yang hadir fleksibel dengan tiga mode yaitu laptop computer tradisional, tenda dan pill.

Mengusung desain tipis, Spectre Folio menggunakan motherboard terkecil dengan dibekali prosesor Intel Generasi kedelapan core i5 dan i7 (Y Collection).

Spectre Folio juga disebut Josephine sebagai laptop computer berbasis gigabit class 4G LTE Intel pertama di dunia, yang mendukung eSIM serta memiliki opsi slot nano-SIM dan opsi eSIM digital yang telah tertanam.

"Hal yang bisa didapat dari laptop computer ini adalah koneksi LTE, proteksi knowledge pribadi dan layar sentuh 4K," ujar Josephine.

Dia menambahkan bahwa Spectre Folio dapat bertahan hingga 18 jam. Laptop computer tersebut juga hadir tanpa kipas pendingin untuk membuat bahan 100 persen kulit tersebut tetap nyaman digunakan.

Tidak hanya itu, seperti Samsung Word yang memiliki Pen, HP juga membekali Spectre Folio dengan Inking.

Layaknya iPad yang memiliki Pencil sebagai "alat tulis," Inking pada HP juga dibekali magnet yang dapat menempel pada bezel.

Selain Spectre Folio, HP juga memamerkan seri Spectre 15 dan 13 x360 terbaru. Tampil dengan warna Poseidon Blue dan Darkish Ash Silver dengan sentuhan tembaga, kedua perangkat tersebut hadir dengan dimensi yang unik.

"Untuk produk premium, presisi sangat penting. Kami menghadirkan diamond chopping pada Spectre x360," ujar Josephine.
  HP Spectre 15 x360 dipamerkan dalam "HP Residence Planet 2018" di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (14/11/2018).A (ANTARA Information/Arindra Meodia)

Desain potongan sudut menyerupai berlian tersebut teletak pada sudut dekat engsel yang menjadi tempat untuk port USB-C.

Uniknya, laptop computer ini dibekali tombol fisik untuk mengatur opsi on/off webcam. Saat tombol diatur pada posisi on, maupun off, pemberitahuan akan muncul pada layar berupa ikon kamera.

"Video convention menjadi penting karena kita tidak bisa berjumpa langsung. Selama ini orang menutupi webcam mereka dengan sticker yang merusak desain asli laptop computer. Dengan tombol ini privasi terjaga, sekaligus tidak merusak keindahan laptop computer," kata Josephine.

Spectre x360 terbaru dibekali kamera prosesor Intel generasi kedelapan six-core dengan NVIDIA GeForce GTX 1050Ti Max Q Design atau prosesor generasi kedelapan Intel quad-core dengan NVIDIA GeForce MX 150.

Mengusung layar monitor diagonal 4K micro-edge, perangkat tersebut juga dibekali HP Positive View pada layar untuk privasi pengguna, sehingga orang lain tidak dapat mengintip ataupun memotret layar.

"Dengan tagline kami "reinventing," kami ingin mendifinikan kembali ekspektasi dari perangkat premium untuk membuat path baru dalam kategori produk tersebut," ujar Josephine.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar