Schneider Electrical pabrik percontohan pertama industri four.zero

Sains

Tekno / Sains 27 Views comments

Batam (ANTARA Information) - Schneider Electrical di Batam, Kepulauan Riau, menjadi pabrik percontohan pertama Kementerian Perindustrian dalam mendorong akselerasi implementasi industri four.zero di Indonesia, Jumat.

Secara umum, Industri four.zero ditandai konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi. Implementasi Industri four.zero di manufaktur sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi antara lain; Web of Issues, Huge Knowledge, Cloud Computing, Synthetic Intellegence, Mobility, Digital dan Augmented Actuality, sistem sensor dan otomasi.

Untuk itu, Schneider Electrical sebagai perusahaan international pengelolaan energi, otomasi dan proteksi listrik, hari ini menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kemenperin terkait pengembangan dan penerapan Industri four.zero, yang bertujuan mengembangkan, meningkatkan keterampilan dan optimalisasi penggunaan hasil evolusi industri.

Nota Kesepahaman itu diteken Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Ngakan Timur Antara bersama Vice President PT Schneider Electrical Manufacturing Batam Gabriel De Tissot, disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Senior Vice President of International Provide Chain for Schneider Electrical in East Asia Japan Pacific Jim Tobojka.

"Kolaborasi dengan berbagai mitra yang berkompeten di bidang transformasi digital seperti Schneider Electrical merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam mempercepat pengimplementasian revolusi industri four.zero di industri manufaktur yang memiliki peranan sangat penting dalam pencapaian visi Indonesia untuk mejadi 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," kata Airlangga Hartarto di pabrik Schneider Electrical, Jumat.

Ia menambahkan, "Dengan adanya lighthouse berupa Sensible Manufacturing unit di Batam akan memberikan gambaran lebih riil kepada para pelaku industri di Indonesia mengenai proses perjalanan transformasi digital industri dan manfaatnya bagi bisnis."

Percepatan implementasi revolusi industri keempat oleh Kemenperin merupakan bagian dari inisiatif Making Indonesia four.zero, yang diluncurkan Presiden RI, Joko Widodo, pada four April 2018 dengan menetapkan lima sektor industri prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia dan Industri Tekstil dan Produk Tekstil.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian, Ngakan Timur Antara, menyampaikan "Selama tiga tahun masa Nota Kesepahaman, Schneider Electrical akan menjadi mitra kerja Kemenperin dalam melaksanakan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri."

"Serta menjadi pabrik percontohan bagi pelaku industri di Indonesia yang ingin belajar dan menyaksikan secara langsung penerapan otomasi pabrik Schneider Electrical di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia," katanya.

Ngakan mengatakan program pelatihan dan pendampingan "Manajer Transformasi Industri four.zero" bakal melatih peserta selama satu minggu terkait transformasi digital dalam penerapan industri four.zero.

Baca juga: Ragam teknologi Schneider untuk "smart home" masa kini Karyawan Schneider Electrical menggunakan teknologi "distant help" (tengah) dalam mendukung industri four.zero sekaligus memudahkan serta mempercepat proses pekerjaan di pabrik Schneider Electrical Batam, Jumat (16/11). (ANTARA Information/Alviansyah P)

Meningkatkan produktivitas

Nation President Schneider Electrical Indonesia, Xavier Denoly, mengatakan Revolusi Industri four.zero diperkirakan akan berkontribusi three,7 triliun dolar AS terhadap perekonomian international karena meningkatnya produktivitas.

Menurut dia, teknologi digital dan globalisasi secara signifikan mengubah mannequin bisnis di semua sektor, meningkatkan laju perubahan dalam dunia kerja dan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru serta keterampilan yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan sebelumnya.

"Kerjasama dengan Kemenperin dan Sensible Manufacturing unit kami di Batam dalam pelatihan dan pendampingan akan membuka peluang terbesar bagi para pelaku industri untuk berdiskusi dan membangun kompetensi dalam penerapan digitalisasi, otomasi dan proses transformasi digital di manufaktur dengan merujuk pada praktek terbaik yang pernah ada," kata Xavier Denoly.

Ia menambahkan bahwa Schneider Electrical Indonesia telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun pusat pelatihan dan pengembangan ahli ketenagalistrikan Indonesia, pengembangan kurikulum dan bantuan peralatan laboratorium yang menghasilkan lulusan kompeten untuk menghadapi period digitalisasi yang menargetkan 10.800 siswa SMK siap kerja hingga 2023.

Baca juga: Teknologi kontrol mesin jarak jauh teranyar dari Schneider Electric

Di Batam, Schneider mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga sensible manufacturing unit yang memproduksi ragam produk (contractor, relay, variable velocity drives, sensors, circuit breakers, digital boards) yang didistribusikan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, namun juga Eropa, Amerika Utara, China, India dan wilayah Asia Pasifik.

"Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian Indonesia untuk menjadi pabrik percontohan Industri four.zero pertama di Indonesia dan diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di wilayah ini," kata Gabriel De Tissot, Vice President PT Schneider Electrical Manufacturing Batam.

"Semua karyawan di pabrik kami mendapatkan manfaat dari solusi Industri four.zero dimana return on funding (ROI) teknologi ini bervariasi dari 6 bulan sampai 2 tahun," kata dia.

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar