Jokowi Marah Jika Ada yang Remehkan Ojol, Gerindra Singgung Regulasi

Nasional

DETIK / Nasional 2 Views comments

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku marah jika ada pihak yang meremehkan profesi pengemudi ojek on-line (ojol). Partai Gerindra meminta Jokowi serius membela pengemudi ojol.

"Pak Jokowi seharusnya kalau memang serius bela ojek on-line, ya bapak kan presiden, harusnya bikin regulasi yang khusus mengatur tentang ojol ini," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi, Sabtu (12/1/2019).


Andre mengatakan hingga kini para pengemudi ojol belum memiliki payung hukum yang jelas. Sebagai contoh, lanjut dia, para pengemudi ojol tak bisa membentuk serikat pekerja. "Agar mereka mendapatkan kepastian hukum. Itu harapan kami. Jadi Pak Jokowi jangan hanya sebatas bernarasi, pencitraan tanpa berbuat apa-apa untuk ojol," ujarnya.
"Rakyat butuh langkah konkret. Segera terbitkan regulasi untuk menjamin ojol dan menjamin mereka berserikat. Beri bukti, bukan kata-kata," imbuh Andre.

Dalam acara silaturahmi nasional pengemudi on-line di Jakarta Worldwide Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jokowi memuji profesi pengemudi on-line. Dia mengaku marah jika ada yang meremehkan profesi tersebut.

"Saya kadang-kadang marah dan jengkel, kalau ada yang meremehkan profesi pengemudi transportasi on-line. Ini adalah sebuah pekerjaan mulia. Yang memberikan revenue dan pendapatan untuk menyejahterakan keluarga kita," kata Jokowi.


Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menduga salah satu sosok yang dimaksud sang capres adalah Prabowo Subianto. Prabowo pernah menyoroti pekerjaan pengemudi ojol yang dinilai sedang jadi tren. Prabowo ingin pemuda Indonesia memiliki karier yang bagus.

Simak juga video 'Jokowi Marah Kalau Ada yang Remehkan Profesi Driver On-line!':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/hri)

Komentar