Hoaks, Pernyataan Jokowi Tentang Organisasi Terlarang

Umum

Nasional / Umum 31 Views comments

Jakarta, (ANTARA/Jacx) - Melalui sebuah portal tersebar diinformasi bahwa Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para Kepala Perguruan Tinggi se-Indonesia menyatakan PKI tidak bersalah apalagi mengancam dibandingkan dengan gerakan radikal 

Klaim  : Presiden Jokowi mengatakan PKI itu tidak Bersalah apalagi mengancam, yang berbahaya itu adalah gerakan radikal
Rating : Salah/Disinformasi

Penjelasan :
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia yang berlangsung di Bali pada 26 September 2017 tidak pernah menyebut tentang PKI.

Dari penelusuran yang dilakukan yaitu pada teks pidato Presiden Joko Widodo yang diunggah di laman Setkab.go.id , Presiden menjelaskan tentang perlunya memperkuat ideologi Pancasila terutama di lingkungan perguruan tinggi yang mencetak calon-calon penerus bangsa.

"Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi  anti Pancasila, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, apabila kita semuanya cinta Indonesia, masih cinta NKRI, masih cinta Pancasila, masih cinta Bhinneka Tunggal Ikakita harus hentikan infiltrasi ideologi radikalisme, terorisme di seluruh perguruan tinggi  yang ada di seluruh Tanah Air kita, kampus-kampus kita semuanya agar  rasa persatuan semakin kuat, agar rasa persaudaraan di antara kita semakin kuat," kata Presiden dalam sambutan yang diunggah teks lengkapnya di laman elektronik Sekretariat Negara.

Cek Fakta  : setkab.go.id/sambutan-presiden-republik-indonesia-pada-peresmian-penutupan-pertemuan-pimpinan-perguruan-tinggi-se-indonesia-di-peninsula-island-nusa-dua-kabupaten-badung-provinsi-bali-tanggal-26-september

Cek fakta: Presiden: terjadi infiltrasi ideologi yang ingin gantikan Pancasila
  Tangkapan layar Klarifikasi Tim Anti Hoaks dan Radikalisme Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika.
 

Pewarta:
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar