Dua desa di Lampung Timur terima logistik Pemilu lewat jalur sungai

Polkam

Nasional / Polkam 17 Views comments

KPU Lampung Timur menyiapkan logistik Pemilu 2019, termasuk sosialisasi kepada kalangan pemilih pemula. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Lampung Timur (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Timur menyatakan dua desa di daerah itu akan menerima logistik Pemilu 2019 melalui jalur sungai, namun selebihnya lewat jalan darat.

Komisioner KPU Lampung Timur, Wasiyat Jarwo, Jumat  menyebutkan dua desa pengiriman logistik pemilu melalui jalur sungai tersebut adalah Desa Kali Pasir di Kecamatan Approach Bungur dan Desa Labuhanratu di Kecamatan Pasir Sakti.

"Dua desa ini pengiriman logistiknya harus menyeberang sungai menggunakan kapal atau perahu," kata Wasiyat Jarwo.

Wasiyat Jarwo menjelaskan, untuk Desa Kali Pasir distribusi logistiknya melalui jalur sungai tidak terlalu lama, cukup menyeberang saja.

Selanjutnya, logistik akan diangkut menggunakan kendaraan bermotor untuk sampai ke tujuan di Balai Desa Kali Pasir. "Karena dari sungai adanya jalan setapak, logistik akan diangkut menggunakan sepeda motor," ujarnya pula.

Adapun di Desa Labuhanratu, perjalanannya menyusuri sungai, dengan waktu tempuh perahu sekitar 20 menit perjalanan dan selanjutnya logistik diangkut menggunakan kendaraan mobil.

Menurut Wasiyat, alasan logistik pemilu dikirim lewat jalur sungai karena lebih cepat sampai. "Kalau ditempuh jalur darat ke Desa Kali Pasir harus memutar dulu lewat Kabupaten Lampung Tengah, sehingga lebih baik pilih jalur sungai," ujar dia.

Dalam pengiriman logistik pemilu tersebut dikawal oleh aparat keamanan. "Ada pengawalan khusus dari kepolisian, terutama di Desa Pasir Sakti, karena menyusuri sungainya lebih lama," katanya pula.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk wilayah Kabupaten Lampung Timur sebanyak 790.149 orang, ditambah 2 persen untuk surat suara cadangan, sehingga kebutuhan surat suara Pemilu 2019 untuk Kabupaten Lampung Timur adalah sebanyak four.037.763 lembar.
 

Pewarta:
Editor: Yuniardi Ferdinand
Copyright © ANTARA 2019

Komentar