Buku Jokowi Daki Kerinci Dirilis, Penulis: Jokowi Sosok yang Netral

Nasional

DETIK / Nasional 7 Views comments

Jakarta - Buku perjalanan Joko Widodo (Jokowi) mendaki Gunung Kerinci berjudul 'Jokowi Travelling Story: Kerinci 1983' di-launching. Sang penulis, Rifqi Hasibuan, mengatakan buku tersebut bercerita tentang pengalaman masa muda Jokowi sebagai Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Silvagama Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kemudian 1982 panas-panasnya mereka mendaki Kerinci tahun 1983. Sebelum mendaki itu, para anggota peserta pendakian banyak yang masih musuh-musuhan. Ada yang beda organisasi, beda pilihan afiliasi partai, dan segala macamnya itu membuat mereka hubungannya relatif dingin," ujar Rifqi Hasibuan saat peluncuran buku di Pulau Dua Resto, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Senin (eight/four/2019).

"Pak Jokowi sejak awal di Fakultas Kehutanan itu diakui oleh teman-temannya sebagai sosok yang netral. Dia tidak mau terlibat dalam konflik-konflik antarkelompok politik di UGM," imbuhnya.

Jumpa pers launching buku tentang Jokowi mendaki Gunung Kerinci.Jumpa pers launching buku tentang Jokowi mendaki Gunung Kerinci. (Rolando/detikcom)

Dalam buku tersebut, Jokowi dikenal sebagai sosok yang fokus untuk mencapai goal. Jokowi menjadi orang pertama dari para rombongan pendaki Silvagama yang mencapai puncak Gunung Kerinci.

"Yang tidak kalah menarik, ternyata selama 2 minggu lebih perjalanan tersebut bisa memperlihatkan karakter seorang Jokowi muda seperti apa. Dia orang yang pertama mencapai puncak Kerinci di antara rombongan complete 14 (orang)," jelas Rifqi.

Dalam perjalanan pendakian Kerinci, Jokowi juga dikenal sosok tidak banyak bicara. Namun, sebut Rifqi, sikap diam Jokowi justru memberikan solusi.

"Akhirnya dia menjadi orang yang pertama sampai ke puncak Kerinci, termasuk yang bisa mendekati kawah Kerinci, karena tidak semua anggota itu bisa mendekati kawah Kerinci. Ini menunjukkan dia memang dari dulu orangnya pendiam melakukan hal-hal yang sesuai kebutuhan saja, seperlunya saja, tidak banyak ngomong. Tapi, ketika sekali ngomong, beliau bisanya menawarkan solusi," ucap Rifqi.

Menurut Rifqi, juga ada cerita lucu dalam buku tersebut. Salah satunya ketika rombongan Jokowi menaiki bus yang hawanya panas dan berdebu, sehingga rombongan tersebut mandi bersama di sungai yang tidak jernih.

"Karena bus mereka itu sangat panas, jalannya berdebu, akhirnya Pak Jokowi, di tempat mana bisa dicek di buku, mereka itu bareng-bareng mandi di sungai. Sungainya itu tidak jernih banget, tapi mereka merasa ya sudah badannya lebih kotor dari sungai, akhirnya mereka mandi di situ," imbuh Riqfi.

Dalam acara peluncuran buku ini, hadir salah satu teman Jokowi yang ikut ke puncak Kerinci, Totok Suripto. Dia bercerita ketika bertemu macan kumbang dalam perjalan menuju puncak Kerinci.

"Waktu itu kita berdua itu ada macan kumbang, itu dia ngikutin terus sampai saya bilang, 'wah, Jok, ada macan kumbang, harus hati-hati kita'. Jadi kita merapat, jalannya pelan. Soalnya, kalau Jokowi cepat, saya sudah kewalahan, karena langkah dia lebih lebar," cerita Totok sambil mengulas percakapannya dengan Jokowi.

Totok menilai Jokowi sebagai sosok yang pantang putus asa. Dia menyebut Jokowi terdepan dalam pendakian tersebut.

"Dia tahan dan fokus, tidak kenal putus asa kaya lainnya. Dia pokoknya harus sampai karena kalau nggak sampai kan harus ada yang sampai. Saya sama Pak Jokowi tapi kira-kira dia 75 meterlah di depan saya," katanya.

Selain itu, Totok bercerita Jokowi sebagai sosok yang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Jokowi dinilai sering memberikan motivasi.

"Dia biasanya kalau ada tanaman yang baru tuh, 'iki opo iki'? Waktu jalan pas siang tapi, dia lebih fokus dengan lingkungan dan tanaman. Dia juga sering bilang jangan buang sampah. Dia banyak ngasih motivasi buat yang lain karena kan dia yang di depan duluan harus sampai," terang Totok.
(zak/zak)

Komentar